Airbersih merupakan unsur mutlak dalam kehidupan moderen baik sebagai sarana dan prasaran industri, maupun memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Seiring dengan pertumbuhan pemban Tujuan Tujuan makalah ini adalah : Mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi apabila tumpahnya minyak di laut. Manfaat. Makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran atas permasalahandampak tumpahan minyak terhadap ekosistem mangrove dan biota yang tepat atas permasalahan yang terjadi. profesionalserta dunia usaha. Namun, yang sering terjadi ialah masukan dari pihak berkepentingan tidak banyak pengaruhnya pada konsep yang telah disusun pemerintah. Sebuah contoh ialah larangan pembuangan limbah padat ke sungai (UU Nomor 82 Tahun 2001). Meski ada masukan dari pihak berkepentingan, larangan itu terkandung juga dalam undang-undang. Koleramerupakan salah satu penyakit yang kerap ditimbulkan akibat mengonsumsi air tidak bersih. Kolera ini disebabkan oleh bakteri vibrio chlorae yang dibawa oleh feses. Biasanya air yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti untuk mencuci makanan atau untuk diminum sudah terkontaminasi oleh feses yang larut terbawa air. Bencanaselalu menimbulkan permasalahan, termasuk kesehatan dapat berawal karena kurangnya air bersih yang berakibat pada buruknya kebersihan diri dan sanitasi lingkungan. Hal ini akan berpotensi menimbulkan berbagai jenis penyakit menular, sehingga penanggulangan masalah kesehatan merupakan kegiatan yang harus untukmelakukan pengolahan data kelayakan air untuk air bersih produksi dengan data yang dimiliki oleh pihak Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia minyak dan Gas Bumi. 1.5. Lokasi Kerja Praktek Lokasi kuliah kerja profesi akan dilaksanakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi yang berada C6vIb. Sebutkan Pihak Pihak Yang Mengalami Permasalahan Air Bersih – Air bersih merupakan salah satu hak asasi manusia yang paling penting. Namun, banyak orang yang mengalami masalah terkait air bersih. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang mengalami permasalahan air bersih. Pertama, komunitas yang tidak mampu adalah salah satu pihak yang paling rentan terhadap masalah air bersih. Mereka sering tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas dan terjangkau. Permasalahan air bersih ini dapat berupa kekurangan akses fisik, seperti kurangnya jaringan pipa yang menyebar ke daerah pedesaan. Akibatnya, komunitas miskin harus membeli air dari pedagang air, yang bisa sangat mahal dan berisiko. Kedua, masalah air bersih juga menimpa komunitas yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah daerah yang tercemar oleh polusi dan limbah industri. Meskipun ada sumber air bersih yang tersedia, air tersebut tidak dapat dikonsumsi karena polusinya. Kondisi ini menyebabkan komunitas yang tinggal di lingkungan tersebut harus mencari air bersih dari sumber alternatif, yang juga tidak selalu aman. Ketiga, pihak lain yang juga mengalami masalah air bersih adalah pekerja di sektor informal. Seperti halnya komunitas miskin, pekerja informal juga sering tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas. Mereka juga sering menghadapi kesulitan untuk membeli air yang mahal di pasar. Hal ini berdampak pada kesehatan pekerja informal, karena beban biaya air yang tinggi dan kualitas air yang rendah. Keempat, pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang mengalami masalah air bersih. Pemerintah sering menghadapi kesulitan untuk membangun dan memelihara jaringan distribusi air bersih yang handal. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa sumber air bersih tetap terjaga dan tidak tercemar oleh polusi. Pemerintah juga harus memastikan bahwa air bersih yang tersedia tersedia secara adil untuk semua, termasuk untuk komunitas miskin. Kelima, permasalahan air bersih juga menimpa para peneliti dan pengembang teknologi. Peneliti harus mencari cara untuk membuat air bersih menjadi lebih tersedia, lebih bersih dan lebih aman. Pengembang teknologi juga harus mencari cara untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan untuk membantu mereka mendapatkan air bersih tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. Demikian pembahasan tentang pihak-pihak yang mengalami masalah air bersih. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, air bersih merupakan salah satu hak asasi manusia yang penting. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas dan tersedia secara adil. Selain itu, juga penting untuk memastikan bahwa air bersih yang tersedia tidak tercemar oleh polusi. Dengan demikian, semua pihak akan dapat menikmati manfaat dari air bersih yang berkualitas. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Sebutkan Pihak Pihak Yang Mengalami Permasalahan Air 1. Komunitas yang tidak mampu adalah salah satu pihak yang paling rentan terhadap masalah air bersih, karena mereka sering tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas dan 2. Masalah air bersih juga menimpa komunitas yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat, dimana air yang tersedia tidak dapat dikonsumsi karena 3. Pekerja informal juga sering menghadapi kesulitan untuk membeli air yang mahal di pasar, sehingga berdampak pada kesehatan 4. Pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang mengalami masalah air bersih, karena harus membangun dan memelihara jaringan distribusi air bersih yang handal, memastikan sumber air bersih tetap terjaga dan tidak tercemar, dan memastikan bahwa air bersih tersedia secara 5. Peneliti dan pengembang teknologi juga mengalami masalah air bersih, karena harus mencari cara untuk membuat air bersih lebih tersedia, lebih bersih dan lebih aman, serta memastikan teknologi yang digunakan tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. 1. Komunitas yang tidak mampu adalah salah satu pihak yang paling rentan terhadap masalah air bersih, karena mereka sering tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas dan terjangkau. Komunitas yang tidak mampu adalah salah satu pihak yang paling rentan terhadap masalah air bersih. Mereka sering tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang berkualitas dan terjangkau. Akibatnya, komunitas ini secara terus-menerus menghadapi masalah kesehatan dan kesulitan finansial akibat penggunaan air yang tidak aman. Komunitas yang tidak mampu biasanya memiliki akses ke sumber air yang tidak berkualitas, seperti air laut, air sungai, dan air tanah yang tercemar. Air ini biasanya tidak aman untuk diminum atau dicampur dengan makanan. Beberapa studi menemukan bahwa bahkan air yang terlihat bersih bisa berbahaya karena mengandung bakteri, virus, logam berat, dan racun lainnya. Komunitas yang tidak mampu juga sering menghadapi masalah air yang terbatas. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak memiliki kontrol atas sumber air mereka, sehingga mereka terpaksa menggunakan air yang ada, yang seringkali terbatas. Kekurangan air ini menyebabkan komunitas ini lebih rentan terhadap krisis air, yang dapat menyebabkan kekurangan air untuk minum dan cuci. Selain komunitas yang tidak mampu, masalah air bersih juga menjadi masalah bagi pemerintah. Pemerintah sering menghadapi masalah air bersih karena kurangnya sumber air bersih yang berkualitas. Ini dapat berasal dari kekurangan air yang disebabkan oleh iklim yang tidak konstan, penggunaan yang berlebihan, dan polusi. Kurangnya sumber air bersih yang berkualitas akan membuat pemerintah lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Penggunaan air yang tidak bertanggung jawab juga merupakan masalah bagi pemerintah dan komunitas. Penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan kekurangan air di daerah tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti degradasi hutan dan air, karena mengambil air lebih dari alam. Selain itu, polusi juga merupakan masalah besar bagi para pemangku kepentingan air bersih. Polusi air bisa berasal dari limbah industri, limbah domestik, dan bahan kimia yang digunakan dalam pertanian. Polusi air bisa menyebabkan kontaminasi air yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Untuk mengatasi masalah air bersih, semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan akses ke sumber air bersih yang berkualitas. Ini termasuk membangun infrastruktur air, meningkatkan kualitas air melalui pengolahan air, serta meningkatkan pemahaman tentang manfaat air bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, penting juga untuk mengatur penggunaan air agar tidak berlebihan dan menghindari polusi. 2. Masalah air bersih juga menimpa komunitas yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat, dimana air yang tersedia tidak dapat dikonsumsi karena polusinya. Komunitas yang tinggal di daerah yang tidak sehat adalah salah satu yang paling terpukul oleh masalah air bersih. Lingkungan yang tidak sehat dapat didefinisikan sebagai daerah yang tercemar oleh limbah industri, polusi udara, atau lahan yang tercemar oleh bahan kimia berbahaya. Air yang tersedia di daerah tersebut biasanya tidak aman untuk dikonsumsi karena tingkat polusinya yang tinggi. Tingginya polusi air di daerah yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti asma, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit berbahaya lainnya. Selain itu, orang yang tinggal di daerah ini juga rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat bertahan di air polutan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, masalah pada mata, dan infeksi kulit. Komunitas yang tinggal di daerah yang tidak sehat juga sulit untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka. Karena air yang tersedia tidak dapat dikonsumsi, mereka harus membeli air dari sumber lain atau menggunakan air yang telah diolah. Hal ini membuat biaya hidup di daerah tersebut menjadi lebih mahal dan menambah beban keuangan bagi warga yang berpenghasilan rendah. Selain itu, kekurangan air bersih juga dapat mengurangi produktivitas komunitas tersebut. Karena air yang tersedia tidak aman untuk dikonsumsi, masyarakat di daerah tersebut sering menghabiskan waktu mereka untuk mencari air bersih yang layak. Hal ini menyebabkan mereka tidak dapat menyediakan waktu untuk melakukan pekerjaan lain. Komunitas yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat benar-benar terpukul oleh masalah air bersih. Mereka harus menghadapi berbagai masalah kesehatan, biaya hidup yang lebih tinggi, dan produktivitas yang berkurang. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu komunitas ini dalam mengatasi masalah air bersih. 3. Pekerja informal juga sering menghadapi kesulitan untuk membeli air yang mahal di pasar, sehingga berdampak pada kesehatan mereka. Pekerja informal atau pekerja yang tidak berbadan hukum adalah kelompok terbesar di banyak negara di dunia. Mereka merupakan bagian penting dari ekonomi global, namun seringkali terpinggirkan dalam masalah kesehatan. Kebutuhan akan air bersih adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk menjamin kesehatan. Di beberapa daerah, khususnya di negara berkembang, pekerja informal mengalami kesulitan untuk membeli air bersih yang mahal di pasar. Hal ini berdampak pada kesehatan mereka. Kesulitan untuk membeli air bersih juga disebabkan oleh kurangnya akses ke sumber air yang bersih, seperti sumur, lokasi penyediaan air, dan penyediaan air di pasar. Pekerja informal hampir tidak memiliki akses ke sumber air bersih seperti sumur di rumah mereka. Mereka harus mengandalkan air dari pasar atau air yang disediakan secara umum. Namun, harga air yang disediakan di pasar biasanya sangat mahal, sehingga seringkali tidak mungkin bagi pekerja informal untuk membelinya. Ini menyebabkan mereka bergantung pada air yang tidak bersih dan berisiko tinggi untuk menimbulkan penyakit. Kesulitan untuk membeli air bersih juga disebabkan oleh kurangnya kapasitas keuangan. Pekerja informal biasanya memiliki pendapatan yang rendah, yang tidak memungkinkan mereka membeli air bersih di pasar. Ini menyebabkan mereka bergantung pada air yang tidak bersih atau bahkan berisiko tinggi untuk menimbulkan penyakit. Selain itu, pekerja informal juga memiliki akses terbatas ke layanan kesehatan dan informasi tentang cara menjaga kesehatan. Kurangnya akses ke air bersih menyebabkan pekerja informal mengalami kesulitan untuk membeli air yang mahal di pasar. Hal ini berdampak pada kesehatan mereka karena mereka tidak dapat membeli air bersih untuk minum dan mandi. Selain itu, kurangnya akses ke layanan kesehatan dan informasi tentang kesehatan juga menyebabkan pekerja informal rentan terhadap penyakit. Untuk membantu pekerja informal mengatasi kesulitan untuk membeli air bersih, pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan yang meningkatkan akses ke sumber air bersih. Pemerintah harus menjamin tersedianya sumur di rumah masing-masing pekerja informal dan meningkatkan penyediaan air di pasar. Pemerintah juga harus memastikan bahwa harga air di pasar relatif murah agar pekerja informal dapat membelinya dengan mudah. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa pekerja informal memiliki akses ke layanan kesehatan dan informasi tentang kesehatan. Kesimpulannya, pekerja informal sering menghadapi kesulitan untuk membeli air yang mahal di pasar, yang berdampak pada kesehatan mereka. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah harus meningkatkan akses ke sumber air bersih dan memastikan bahwa harga air di pasar relatif murah agar pekerja informal dapat membelinya dengan mudah. Pemerintah juga harus memastikan bahwa pekerja informal memiliki akses ke layanan kesehatan dan informasi tentang kesehatan. 4. Pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang mengalami masalah air bersih, karena harus membangun dan memelihara jaringan distribusi air bersih yang handal, memastikan sumber air bersih tetap terjaga dan tidak tercemar, dan memastikan bahwa air bersih tersedia secara adil. Pemerintah juga menjadi salah satu pihak yang mengalami masalah air bersih. Meskipun air merupakan hak dasar manusia, masih ada banyak penduduk di dunia yang tidak memiliki akses ke air bersih yang layak. Ini menimbulkan berbagai masalah yang harus dihadapi oleh pemerintah. Pertama, pemerintah harus membangun dan memelihara jaringan distribusi air bersih yang handal. Jaringan ini harus cukup luas untuk mencakup semua wilayah dan masyarakat yang mungkin membutuhkan air bersih. Jaringan ini juga harus cukup kuat untuk menahan tekanan air, diperbaiki dengan cepat jika terjadi kerusakan, dan aksesibel bagi semua orang yang membutuhkan. Kedua, pemerintah harus memastikan bahwa sumber air bersih tetap terjaga dan tidak tercemar. Ini membutuhkan pengawasan, penyediaan sumber daya, dan pemeliharaan yang tepat. Pemerintah harus mengidentifikasi dan melindungi sumber air bersih yang penting, dan memastikan bahwa sumber air tersebut tetap terjaga kebersihannya. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa air bersih tersedia secara adil. Hal ini berarti bahwa semua orang harus memiliki akses yang sama ke air bersih. Ini berarti pemerintah harus melakukan upaya untuk membuat jaringan distribusi air bersih yang cukup luas untuk mencakup semua ras, kelas sosial, dan golongan usia. Ini juga berarti bahwa harga air harus ditentukan secara adil dan dapat diterima semua orang. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa semua orang memiliki akses ke air bersih yang layak. Mereka harus membangun dan memelihara jaringan distribusi air bersih yang handal, memastikan sumber air bersih tetap terjaga dan tidak tercemar, dan memastikan bahwa air bersih tersedia secara adil. Dengan melakukan hal ini, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke air bersih yang layak. 5. Peneliti dan pengembang teknologi juga mengalami masalah air bersih, karena harus mencari cara untuk membuat air bersih lebih tersedia, lebih bersih dan lebih aman, serta memastikan teknologi yang digunakan tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. Meskipun air bersih adalah salah satu sumber daya alam paling penting di planet kita, masih ada sejumlah orang yang mengalami masalah air bersih. Air bersih merupakan suatu kebutuhan pokok untuk kehidupan yang berkualitas dan mencakup berbagai kegiatan manusia, mulai dari minum hingga memasak. Kebutuhan air bersih yang tinggi terkadang melebihi sumber daya yang tersedia, yang mengakibatkan masalah air bersih. Peneliti dan pengembang teknologi juga mengalami masalah air bersih. Mereka harus mencari cara untuk membuat air bersih lebih tersedia, lebih bersih dan lebih aman, serta memastikan teknologi yang digunakan tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. Pada tahap ini, teknologi dalam air bersih sangat penting untuk mengatasi masalah air bersih. Peneliti dan pengembang teknologi telah mengembangkan berbagai teknologi untuk meningkatkan kualitas air bersih. Misalnya, teknologi desalinasi mengubah air laut menjadi air bersih yang layak diminum dengan memisahkan garam dan mineral dari air laut. Selain itu, teknologi pengolahan air limbah mengolah air limbah menjadi air bersih yang dapat digunakan kembali. Selain teknologi desalinasi dan pengolahan air limbah, terdapat teknologi lain yang berguna untuk meningkatkan ketersediaan air bersih. Teknologi ini meliputi filtrasi, sterilisasi, pengendalian patogen, dan pengendalian polutan. Semua teknologi ini bertujuan untuk menghilangkan zat berbahaya dari air bersih dan memastikan air bersih yang tersedia aman untuk dikonsumsi. Selain itu, peneliti dan pengembang teknologi juga bertanggung jawab untuk memastikan teknologi yang digunakan tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. Mereka harus menemukan cara untuk meminimalkan dampak lingkungan dari teknologi yang digunakan. Beberapa teknologi seperti desalinasi dan pengolahan air limbah telah dikembangkan dengan desain yang lebih ramah lingkungan. Kesimpulannya, peneliti dan pengembang teknologi menghadapi masalah air bersih saat harus mencari cara untuk membuat air bersih lebih tersedia, lebih bersih dan lebih aman, serta memastikan teknologi yang digunakan tidak berkontribusi pada polusi lingkungan. Peneliti dan pengembang telah mengembangkan berbagai teknologi untuk memastikan ketersediaan air bersih, serta mengurangi dampak lingkungan dari teknologi yang digunakan. Air bersih masih menjadi persoalan bagi kabupaten dan kota di Provinsi NTT akibat dari kerusakan ekosistem hutan dan daerah aliran sungai DAS. Pemerintah juga tidak melindungi sumber-sumber mata air melalui peraturan daerah Walhi NTT meminta agar pemerintah daerah harus melakukan kajian lingkungan menyeluruh atas wilayah-wilayah resapan atau penyimpan air di setiap daerah. Juga harus menindak tegas pihak-pihak swasta yang monopoli atau melakukan privatisasi sumber air yang berdampak pada ketersedian air untuk rakyat Data pada 2019 yang menyatakan 75 persen warga NTT memiliki akses terhadap sumber air yang berkelanjutan. Persentase ini hanya merujuk pada ketersediaan sumber air dan belum memenuhi hak dasar lain seperti standar layanan yang baik dengan adanya saluran pipa dan keterjangkauan harga air bagi penduduk. Permasalahan air bersih di Kota Kupang telah lama dirasakan oleh masyarakat dan sampai sekarang belum juga mendapat penyelesaian serius. Berbagai faktor mempengaruhinya seperti debit sumber air baku yang menurun, peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk di perkotaan akibat urbanisasi serta buruknya kemampuan manajerial operator air minum. Nusa Tenggara Timur NTT selalu dinobatkan menjadi daerah yang kering dimana setiap tahun selalu dihantui gagal tanam akibat dari kerusakan kantong-kantong air atas ulah manusia. Cadangan air tanah CAT pun semakin berkurang dan air layak konsumsi masih menjadi problem mendasar. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya aktivitas pertambangan, kerusakan hutan dan lingkungan hidup lain. Hasil riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK tahun 2016 menyebutkan dari 22 kabupaten Kota di NTT, hanya Kota Kupang dan Kabupaten Malaka yang tidak mengalami kekeringan. “Jadi jelas sebagian besar kabupaten di NTT mengalami problem yang sama, yaitu krisis air,” kata Umbu Tamu Ridi Djawamara, Kepala Divisi Hukum Walhi NTT kepada Mongabay Indonesia, awal April 2021. Umbu Tamu menyebutkan bersamaan dengan krisis tersebut, tidak dapat disangkal kerusakan ekosistem hutan sebagai fungsi penyangga ekositem makin hari makin mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, sebutnya, kebakaran hutan di NTT mendapatkan predikat dengan tingkat titik api tertinggi di Indonesia yang pada tahun 2019 yang mencapai titik api dengan luas yang terbakar ha. baca Bangun Tujuh Bendungan di NTT, Apakah Bisa Menjawab Krisis Air? Sejumlah warga membawa jerigen kosong untuk mengisi air bersih saat pembagian air bersih oleh pihak kepolisian di Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, Sabtu 19/9/2020. Foto Antara /Kornelis Kaha Dia katakan, selain kerusakan lingkungan karena kebakaran hutan dan lahan karhutla juga terjadi dampak lingkungan dari aktivitas 9 perusahaan tambang yang arealnya terindikasi berada pada kawasan hutan konservasi, dengan luas sekitar ha. “Terdapat 77 perusahaan tambang yang arealnya terindikasi berada pada kawasan hutan lindung dengan luas sekitar hektare. Ada juga alih fungsi kawasan hutan menjadi kawasan perkebunan monokultur tebu seperti di Sumba Timur,” paparnya. Pengelolaan Konvensional Selain kerusakan ekosistem hutan, juga terjadi kerusakan daerah aliran sungai DAS terbesar di Timor Barat, DAS Benanain, yang juga sungai terpanjang di Timor Barat. Umbu Tamu menjelaskan sebanyak 30 persen wilayahnya telah menjadi wilayah pertambangan dan terdapat 72 IUP yang mencakup wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara TTU. Dia menyesalkan rata-rata pemerintah kabupaten di NTT masih melakukan pengelolaan sumber daya air dengan cara konvensional. Ia katakana tidak ada perencanaan jangka panjang berkaitan dengan ketersedian air di masa yang akan datang. “Sumber-sumber mata air tidak dilindungi dengan kebijakan daerah. Masih belum menyebarnya pandangan dan tidak adanya regulasi bahwa wilayah Bentang Alam Karst BAK adalah zona prioritas yang harus dilindungi karena merupakan tempat cadangan air tanah permanen,” ungkapnya. Umbu Tamu sebutkan pemerintah malah masih mengizinkan usaha pertambangan di wilayah-wilayah yang merupakan kawasan karst. Contoh kasus di Kampung Lengko Lolok dan Luwuk di Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur. Dia mengakui banyak proyek pembangunan di daerah yang nota bene di wilayah tersebut memiliki potensi penyimpan air yang harusnya menjadi zona lindung tetapi tidak dipertimbangkan dengan kebijakan yang melindungi. baca juga Walhi NTT Hadapi Tiga Krisis Besar. Apa Saja? Warga Desa Balawelin, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, sedang mengambil air dari sumur air payau yang berada di pesisir pantai desanya untuk dikonsumsi. Foto Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia Menurutnya, cara pandang pemerintah ini tercermin dalam regulasi dari pusat sampai daerah. Ia sesalkan ekosistem air dipandang terpisah dari air itu tersendiri, salah satunya hutan dan karst sebagai sumber resapan dan penyimpan air yang sangat penting. “Akumulasi krisis di atas menjadi semakin rentan apabila pemerintah tidak memprioritaskan persoalan air menjadi persoalan yang besar. Masyarakat petani sangat terdampak karena mengandalkan ketidaktersedian air untuk aktivitas bertani, “ ungkapnya. Walhi NTT kata Umbu Tamu, meminta pemerintah daerah harus tegas mengaudit berbagai aktivitas pertambangan yang melanggar hukum di setiap daerah. Selain itu tegasnya pemerintah daerah harus melakukan kajian lingkungan menyeluruh atas wilayah-wilayah resapan atau penyimpan air di setiap daerah dan melakukan upaya perlindungan hukum berupa peraturan daerah dan sejenisnya. Pemerintah daerah harus menindak tegas pihak-pihak swasta yang monopoli/privatisasi sumber air yang berdampak pada ketersedian air untuk rakyat Pemerintah daerah juga diminta harus memiliki road map pembangunan berkelanjutan ramah lingkungan. “Pemerintah daerah harus mengutamakan air untuk rakyat, harus membatasi swastanisasi air yang monopoli dan melakukan komersialisasi,” tegasnya. perlu dibaca Krisis Air Mengancam, Ini Ragam Cara Panen Air Hujan Warga Desa Balawelin, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, sedang mengambil air dari sumur air payau yang berada di pesisir pantai desanya untuk dikonsumsi. Foto Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia Menurun Saat Kemarau Menurut Dewa Ayu Putu Eva Wishanti Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya dalam risetnya yang dikutip dari The Conversation , mengatakan air masih menjadi persoalan pelik di NTT. Eva katakana dalam riset bersama tim pada 2016-2017 menunjukkan banyak penduduk Kabupaten Timor Tengah Selatan TTS di NTT harus menempuh jarak sepanjang 6 sampai 10 kilometer untuk membeli air bersih seharga Rp2 ribu per jerigen berisi 20 liter. Kini, pada 2021, harganya per 20 liter. Di daerah tersebut sebut Eva, kaum perempuan dan anak sekolah harus membeli air bersih dari mobil tangki keliling, yang banyak disediakan oleh swasta atau perorangan. Tak jarang, kata dia, mereka harus berebut karena mobil tangki tak dapat maksimal memenuhi permintaan warga. “Kondisi ini sangat umum ditemukan di sana dan kontras dengan data pada 2019 yang menyatakan 75 persen warga NTT memiliki akses terhadap sumber air yang berkelanjutan,” sebutnya. Eva katakana persentase ini hanya merujuk pada ketersediaan sumber air dan belum memenuhi hak dasar lain seperti standar layanan yang baik dengan adanya saluran pipa dan keterjangkauan harga air bagi penduduk. Dia memaparkan, di Kupang, Ibu Kota NTT, harga air bersih satu tangki ukuran 5 ribu liter dapat mencapai Rp200 ribu. Pada 2017, dari 51 kelurahan di Kupang, 48 di antaranya menderita krisis air sehingga pemerintah harus memasok 100 tangki air. Saat musim kemarau, kata dia, air dari Perusahaan Daerah Air Minum PDAM berkurang debitnya dan layanan air yang mengalir ke rumah tangga dapat menurun drastis hingga sekali seminggu. Hal ini tegasnya, menimbulkan masalah sistemik yang menghambat kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM. “Riset kami menunjukkan bahwa masyarakat sudah memahami pentingnya toilet sehat untuk mencegah penyakit tapi dengan akses air yang makin kritis program ini menjadi dipinggirkan,” ungkapnya. baca juga Begini Perjuangan Masyarakat Solor Barat Dapatkan Air Bersih Warga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT sedang mengambil air dari lubang-lubang yang digali di pinggir kali Magepanda saat musim kemarau. Foto Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia Selain itu tambah Eva penggunaan toilet komunal juga tak berjalan baik karena jauh dari perumahan warga. Terlebih, untuk membangun toilet standar, penduduk sebuah kabupaten harus merogoh Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per kepala rumah tangga. Dia paparkan, jumlah pengeluaran rumah tangga untuk membeli air bersih dan penggunaan toilet umum per bulan sangat besar, rata-rata sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per keluarga. Bandingkan dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten di NTT tahun 2020 yang hanya sebesar Rp Eva mengatakan, pemerintah baru saja menyelesaikan pembangunan tiga waduk di NTT tapi wadah penampungan air hujan tersebut merupakan solusi teknis berbiaya operasional mahal. “Waduk ini hanya akan berkelanjutan memasok air jika pemerintah mampu mengundang partisipasi berbagai pihak untuk berinvestasi di sektor penyediaan air bersih,” ucapnya. Masih Terus Terjadi Dalam tulisan berjudul Air Bersih Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Walikota Kupang’ di Tuak Lontar 2020, Erik Pratama Dima Talo dari Sahabat Alam NTT Shalam menyoroti krisis air bersih di Kota Kupang. Erik tegaskan,permasalahan air bersih di Kota Kupang bukan lagi masalah yang baru dihadapi, tapi permasalahan yang telah lama dirasakan oleh masyarakat dan sampai sekarang belum juga mendapat penyelesaian serius. Ia katakan, berbagai faktor mempengaruhinya seperti debit sumber air baku yang menurun, peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk di perkotaan akibat urbanisasi, serta buruknya kemampuan manajerial operator air minum. “Hal ini ikut menjadi penyebab rendahnya kemampuan penduduk mengakses air minum dengan baik atau layak. Apalagi Kota Kupang merupakan pusat berbagai kegiatan di NTT,” ucapnya. Ibu-ibu berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Foto Wisuda/Mongabay Indonesia Erik paparkan persentase rumah tangga yang mengalami kesulitan air bersih terutama pada musim kemarau sebesar 35,8% dengan tingkat konsumsi air tertinggi yaitu >50 liter per hari. “PDAM Kota Kupang sama sekali belum bisa menjawabi kebutuhan masyarakat akan air bersih,” sesalnya. Erik membeberkan, PDAM Kota Kupang melayani pelanggannya sebanyak pelanggan dan yang aktif pelanggan. Sumber air yang dimiliki yakni 14 sumur bor, 2 air permukaan, dan curah Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum BLUD SPAM NTT, dengan memiliki kapasitas produksi sebanyak 146,6 liter/detik. Di Kota Kupang tercatat ada 14 Kelurahan yang mendapat air dari Bendungan Tilong yang dikelola oleh BLUD SPAM. Antara lain Naimata, Penfui, Liliba, TDM, Kayu putih, Oebobo, Lasiana, Oesapa barat, Oesapa selatan, dan Pasir Panjang. Tapi ada tiga kelurahan yang terparah mengalami krisis air bersih. Yakni Naimata, Penfui, alasan kualitas air yang kotor, maka pendistribusiannya pun telah diputuskan dari BLUD sejak bulan september 2019. Erik menjelaskan pada saat musim kemarau, pemilik sumur bor, atau depo pengisian air tangki di Oepura misalnya, dapat menyuplai air ke mobil tangki 100 hingga 150 buah dengan harga Rp100 ribu. Dia sebutkan, data dari Badan Pusat Statistik BPS pada tahun 2018 menyebutkan, jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak jiwa, dan setiap jiwa akan membutuhkan air bersih per harinya sebanyak 100 liter. Maka dalam sebulan kata dia, kebutuhan akan air bersih masyarakat bisa mencapai m3/bulan. “Ini tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menyelesaikan persoalan air bersih yang terjadi selama ini masih menghantui,” pungkasnya. Artikel yang diterbitkan oleh Jakarta - Pengadaan akses air bersih sangat penting untuk meningkatkan standar kesehatan rakyat Indonesia. Bahkan pengadaan air bersih termasuk dalam salah satu target Millenium Development Goals MDGs Indonesia untuk tahun 2015. Targetnya, 68,97 persen rakyat sudah mendapat akses air bersih pada tahun berdasarkan dara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional BAPPENAS, baru 47 persen masyarakat yang mendapat akses air bersih. Padahal masalah soal air bersih tidak hanya membicarakan soal air untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga soal sanitasi lingkungan, sumber daya manusia, hingga angka kematian ibu dan bayi di Khusus Presiden untuk MDGs, Prof Dr dr Nila Moeloek, SpMK, mengatakan bahwa kekurangan air bersih tidak boleh disepelekan. Karena akan berdampak langsung pada standar kesehatan rakyat Indonesia. "Contoh mudahnya adalah diare. Bayangkan kalau air minum yang kamu konsumsi tidak bersih, kamu jadi sakit perut, diare dan tentunya harus berobat. Kan biaya itu," tutur Prof dan penyakit lainnya memang terkesan memiliki dampak kecil, karena hanya berpengaruh terhadap satu orang individu tersebut. Akan tetapi, Prof Nila mengingatkan bahwa masalah air bersih juga memiliki efek jangka panjang dan satunya adalah efek air bersih bagi kesehatan ibu hamil. Jika ibu hamil tak mendapat suplai air bersih yang cukup, hal tersebut otomatis akan berpengaruh terhadap perkembangan janin. Efeknya, pertumbuhan janin tak maksimal dan kesehatan ibu pun terancam."Pengaruh langsungya ke ibu hamil. Tingginya AKI angka kematian ibu salah satunya adalah karena faktor kurangnya air bersih. Ibu minum air tidak bersih akan sakit, perkembangan janin terganggu, belum kalau ditambah sanitasi lingkungan yang buruk, dan ibu akhirnya meninggal ketika melahirkan. Ketika lahir pun anak akan rentan sakit, bisa juga stunting," terang profesor berusia 65 tahun saja, mencapai target 68,97 persen pada 2015 nampaknya akan sulit dilakukan. Menurut Prof Nila, masalah utamanya terletak pada kontur geografis Indonesia yang luas dan beragam."Memang mungkin sulit tercapai. Tapi bukan berarti pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum PU tidak ada kerjanya. Geografis Indonesia kan luas, beragam, jadi tidak semudah itu," tutur Prof Nila, kepada detikHealth dan ditulis Minggu 31/8/2014.Tiap daerah memang mempunyai masalah geografis yang berbeda, sehingga masalah soal air bersihnya pun berbeda pula. Seperti di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, masalah air bersih terletak pada sedikitnya sumber air yang bisa digunakan. Sehingga pada musim kemarau, masyarakat rentan mengalami itu di Papua, masalahnya ada pada sumber air yang jauh. Masyarakatnya tinggal di daerah pegunungan, sementara sumber air ada di dataran rendah. Hal tersebut juga dialami oleh masyarakat Kabupaten Subang, Jawa Nyalindung yang masuk dalam daerah Kabupaten Subang, tak jauh dari pusat rekreasi air panas Sari Ater, sampai tahun 2012 belum mendapat akses air bersih dan sanitasi pribadi. Hampir seluruh warga menggantungkan sumber air mereka dari sungai yang mengalir tak jauh dari kampung, karena air sumur mereka tak jernih dan berwarna kekuningan."Kampung kami di daerah pegunungan, bukannya sulit air namun air yang ada tidak bersih. Mandi, mencuci, air minum, masak, sampai buang air semuanya di situ. Kadang juga kalau musim kemarau sering surut, nah pas itu baru susah airnya," tutur Agus Ketua RT 04 Kampung Nyalindung ketika dikunjungi detikHealth beberapa waktu hal itu, Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat PESAT bagian Subang akhirnya mencari bantuan pihak swasta, dalam hal ini PT Tirta Investama selaku produsen merek dagang air mineral kemasan AQUA. Kerja sama AQUA, LSM PESAT dan masyarakat menghasilkan solusi bagi masalah air bersih di Kampung Nyalindung. Pompa air dibuat untuk mengambil air dari sumber dan dipompa ke dua bak tampung ukuran besar, dan dialirkan ke rumah-rumah warga memanfaatkan gaya Kemitraan BersamaApa yang dilakukan oleh LSM PESAT, AQUA dan Masyarakat Kampung Nyalindung dapat menjadi contoh untuk mengatasi permasalahan akses air bersih di daerah-daerah lain di Indonesia. Kerjasama antara pihak terkait diperlukan agar perencanaan pemuntasan masalah dapat dilakukan dengan matang dan masih dalam tahap yang dapat dilakukan oleh Abidin, SR-CSR AQUA untuk daerah Subang mengatakan bahwa proyek pengadaan air bersih untuk Kampung Nyalindung memerlukan waktu kurang lebih dua tahun. Mulai dari perencanaan, sosialisasi ke masyarakat, pembangunan hingga penyuluhan soal pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dilakukan."Penanganan air bersih sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah RPJM Desa. Dan terjadwal dilakukan untuk tahun 2016. Kami hanya membantu mempercepat prosesnya saja," lain pihak, LSM PESAT membantu sosialisasi proyek ini kepada masyarakat. Caranya adalah dengan mengajak masyarakat terlibat langsung dalam keseluruhan proses mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan."Prinsipnya adalah perencanaan, pengerjaan dan pengelolaan semuanya dilakukan oleh warga. Makanya tidak usah terlalu ribet dan canggih, sederhana saja. Seperti meletakkan bak tampung terbesar di atas pemukiman warga, jadinya kan airnya turun sendiri, tidak perlu disedot atau pakai pompa," ujar Wawan Gunawan, Koordinator PESAT untuk daerah Kampung Nyalindung kini memiliki akses air bersih kepada kurang lebih 250 kepala keluarga KK yang ada disana. Selain itu, dengan menggunakan sistem tarif Rp untuk tiap 10 Kubik liter air yang digunakan warga, biaya untuk pemeliharaan dan pengelolaan juga sudah tertangani. Semuanya dilakukan oleh Badan Pengelola Sumber Air Bersih BPSAB yang anggotanya adalah warga Kampung Nyalindung Nila Moeloek pun mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya, memang harus ada kemitraan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, LSM, dan juga pihak swasta agar masalah akses air bersih dapat segera tertangani."Kemitraan bersama ini yang harus ditingkatkan. Pihak swasta jika ingin bantu silahkan tak akan ditolak. Tapi yang paling utama adalah masyarakat harus diedukasi, Pemda jangan hanya salahkan pusat namun juga turut membantu, sementara pemerintah pusat terus melaksanakan program agar pembangunan Indonesia berjalan maksimal," tutupnya. up/up Kebutuhan akan air merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi. Pertama, dari segi kebutuhan fisik manusia. Tubuh kita terdiri dari ±60 persen air. Asupan cairan pun harus terpenuhi agar metabolisme tubuh dapat berfungsi dengan baik, tidak terkecuali untuk menghindari dehidrasi. Kedua, dari segi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Manusia membutuhkan pelarut tersebut untuk memasak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Lalu, bagaimana jika terjadi krisis air bersih? Alhasil, tidak ada cukup air yang layak digunakan untuk membersihkan diri maupun dikonsumsi. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada kesehatan manusia. Inilah yang menjadi perkara besar, mengingat masalah air bersih di Indonesia khususnya di wilayah-wilayah tertentu masih menjadi momok. PENYEBAB KRISIS AIR BERSIH Menurut Dr. Neil Mcintyre dari Imperial College London, bumi terdiri dari 98 persen air asin dan 2 persen air segar yang layak dikonsumsi. Pada angka 2 persen tersebut, 70 persennya adalah salju dan es, 30 persen air tanah, kurang dari 0,5 persen air sungai dan danau, dan kurang dari 0,05 persennya lagi berasal dari atmosfer. Sementara itu, satu-satunya sumber air bersih terjangkau yang bisa digunakan hanyalah air tanah, sebab air tanah terletak di bawah daratan dangkal. Berdasarkan data di atas, bisa dibayangkan betapa terbatasnya komoditas air bersih yang tersedia. Pada saat yang sama, populasi manusia terus meningkat setiap harinya. Praktis, angka 2 persen tadi akan menjadi rebutan lebih banyak orang. Ironisnya lagi, pertumbuhan penduduk juga turut meningkatkan masalah pencemaran air. Kawasan resapan air terus berkurang, dan kasus-kasus yang disebabkan oleh rendahnya budaya peduli lingkungan terus bertambah. Masalah air bersih pun berkembang menjadi konflik menakutkan di masa depan. Salah satu faktor permasalahan di atas adalah pencemaran air. Problem ini kerap muncul sebagai dampak dari pemukiman dan industri, atau penggunaan teknologi yang kurang ramah terhadap lingkungan. Air pun terkontaminasi mikroorganisme—termasuk senyawa polutan mikro mutagenik dan karsinogenik penyebab kanker, sehingga turut memberikan dampak buruk pada makhluk hidup. Jika air tercemar itu dikonsumsi oleh masyarakat, penyakit-penyakit berbahaya akan turut mengintai. Efeknya, perkara ekonomi untuk pengobatan menjadi lebih pelik lagi. Yang lebih miris, hal ini lebih rawan terjadi pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bencana lainnya juga datang dari alam. Kekeringan akibat musim kemarau misalnya, dapat mengurangi persentase angka ketersediaan air bersih. Adapun pada tahun 2017, BMKG mengeluarkan data menyangkut musim kemarau yang berakibat kekeringan pada berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya menyurutkan sumber air bersih untuk kebutuhan pangan, faktor tersebut juga berpengaruh terhadap industri dan lingkungan. Berhubung air layak konsumsi sukar didapat, industri makanan dan minuman mengakalinya dengan filtrasi pada air yang tak layak. Meskipun sudah disaring, tidak ada jaminan teknologi level standar tersebut akan bekerja sempurna. Di Jawa Barat, Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala BNPB, mengungkapkan bahwa kekeringan yang melanda telah berdampak kepada jiwa penduduk. Sama halnya dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengalami kekeringan yang diakibatkan musim kemarau tahun itu. Lalu, di NTB, sebanyak jiwa turut merasakan dampak dari kekeringan. Di NTT, 9 kabupaten melaporkan kekeringan disebabkan sumber-sumber air yang mengering. Sementara itu, di Yogyakarta, kekeringan menyerang hingga 10 kecamatan di Kabupaten Kulon Progo. SOLUSI DARI MASALAH AIR BERSIH Untuk mencegah masalah air bersih di Indonesia, diperlukan peran aktif dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum. Apa saja? Penetapan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh sektor swasta maupun masyarakat sekitar. Beberapa pabrik masih “nakal” dalam hal membuang limbah. Alih-alih mengolah atau menetralkan limbah terlebih dahulu, pihak pengelola justru langsung membuangnya ke sungai. Pemerintah seharusnya lebih tegas dalam menindak pelanggaran tersebut. Tidak hanya pada sektor swasta, tetapi juga pada masyakarat sekitar yang kerap membuang limbah rumah tangga secara sembarangan. Teknologi dalam penyediaan sanitasi dan air bersih perlu dikembangkan. Mengingat kepadatan penduduk di Indonesia, teknologi level standar tidak bisa betul-betul bekerja efektif pada pengairan. Kurangnya ruang dan jarak sumber air yang dekat juga menjadi alasan lainnya. Dalam penyediaan air, melakukan penyebaran sumber daya teknologi ke daerah-daerah lebih efektif daripada pemusatan di satu sektor. Bagaimanapun, sumber air yang tersedia tidak terletak pada satu titik saja. Diperlukan pengkajian terhadap PDAM, baik dari segi tugas, proses kerja, maupun tanggung jawab kelembagaan. Pemerintah harus menetapkan standar minimal kinerja untuk PDAM, melakukan pemantauan rutin, penegakan, dan memberikan insentif sebagai apresiasi pekerjaan. Sosialisasi intensif kepada masyarakat pun mengambil peran yang sangat penting. Pemerintah harus memberikan imbauan terkait beberapa hal penting kepada masyarakat. Salah satunya adalah penghapusan BAB buang air besar di ruang terbuka, terutama sumber-sumber air semisal sungai dan danau. Selain itu, limbah rumah tangga juga perlu diolah dengan tidak mencampur atau membuang limbah cair bersama benda-benda padat dan cemaran berbahaya. Upaya membenahi kesadaran akan lingkungan ini bisa dikatakan lebih besar pengaruhnya daripada tindakan memperbaiki. Menanamkan gagasan pentingnya air bersih sejak dini. Poin ini juga merupakan tindakan penyuluhan, hanya saja lebih menjurus kepada anak-anak yang berusia lebih muda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggaet sekolah-sekolah untuk terus mengingatkan para siswa. Tema-tema kesehatan, lingkungan, dan peduli sosial diangkat menjadi salah satu materi pembelajaran. Dengan terlibatnya para generasi muda, kita bisa lebih antisipatif terhadap masalah air bersih di masa depan. Melakukan pertolongan alternatif dengan sedekah air bersih. Dibandingkan dengan kelompok berfinansial cukup, mereka yang kekurangan cenderung terbebani biaya besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Jika kekeringan melanda, sumber-sumber air dengan jarak dan biaya terjangkau akan menipis. Akhirnya, masyarakat terpaksa mengeluarkan dana lebih, atau bahkan mengonsumsi air yang kualitasnya lebih buruk. Karena itulah, bantuan air bersih dari sesama merupakan pertolongan yang mulia. Cara bersedekah pun beragam. Bisa dengan memberikan air minum secara langsung, membangun sumber daya air bagi daerah-daerah yang kesulitan, berdonasi, maupun menjadi relawan peduli lingkungan. Karena air begitu penting bagi kehidupan, memberikan atau memudahkan akses air bersih kepada makhluk hidup sama dengan merawat kehidupan itu sendiri. Saat ini, sudah banyak komunitas yang bergerak untuk mengatasi masalah air bersih di Indonesia, salah satunya adalah Komunitas Sedekah Air. Untuk turut memberikan andil, Anda bisa memilih bentuk bantuan yang sanggup Anda berikan. Pertama, memberikan donasi. Kedua, bergabung menjadi relawan untuk mendistribusikan sarana air bersih secara profesional. Ketiga, mengusulkan lokasi yang patut mendapat akses air bersih; pun mencakup komunitas masyarakat atau fasilitas umum—masjid misalnya—yang memang kekurangan air. Sekecil apa pun bantuan Anda, akan memberikan keringanan bagi mereka yang membutuhkan. *Artikel ini merupakan sumbangan dari perusahaan desain Mehibi. Untuk kontribusi tulisan/artikel, klik tautan berikut Untuk kontribusi dalam bentuk lain, hubungi email berikut [email protected] dheadaniallove26 dheadaniallove26 Jawabanpihak masyarakat , daerah pelosok yg letak geografis wilayah nya memiliki panas matahari lebih terik dari wilayahPenjelasan dih paok sok melerai melerai palalu dia kasih tau malah jd an... Sudah oy jangan menghina orang,itu sama saja menghina ciptaan Tuhan btw udh sma kls 2 Emang dia kelas berapa sih kok nggak bisa pembagian kan kls 2 sudah belajar pembagian apa dia ranking orang yg terbodoh di kelasnya

sebutkan pihak pihak yang mengalami permasalahan air bersih